October 31, 2013

Engkau adalah Aku

Mirror

Aren't you somethin' to admire?
'Cause your shine is somethin' like a mirror
And I can't help but notice
You reflect in this heart of mine
If you ever feel alone and
The glare makes me hard to find
Just know that I'm always
Parallel on the other side

'Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
I can tell you there's no place we couldn't go
Just put your hand on the glass
I'll be tryin' to pull you through
You just gotta be strong

'Cause I don't wanna lose you now
I'm lookin' right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space and now you're home
Show me how to fight for now
And I'll tell you, baby, it was easy
Comin' back into you once I figured it out
You were right here all along

It's like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside of me
And now it's clear as this promise
That we're making two reflections into one
'Cause it's like you're my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me

Aren't you somethin', an original
'Cause it doesn't seem merely a sample
And I can't help but stare, 'cause
I see truth somewhere in your eyes
I can't ever change without you
You reflect me, I love that about you
And if I could, I would look at us all the time

'Cause with your hand in my hand and a pocket full of soul
I can tell you there's no place we couldn't go
Just put your hand on the glass
I'll be tryin' to pull you through
You just gotta be strong

'Cause I don't wanna lose you now
I'm lookin' right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space and now you're home
show me how to fight for now
And I'll tell you, baby, it was easy
Comin' back into you once I figured it out
You were right here all along

It's like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside of me
And now it's clear as this promise
That we're making two reflections into one
'Cause it's like you're my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me

Yesterday is history
Tomorrow's a mystery
I can see you lookin' back at me
Keep your eyes on me
Baby, keep your eyes on me

'Cause I don't wanna lose you now
I'm lookin' right at the other half of me
The vacancy that sat in my heart
Is a space and now you're home
Show me how to fight for now (please show me, baby)
I'll tell you, baby, it was easy
Comin' back into you once I figured it out
You were right here all along

It's like you're my mirror
My mirror staring back at me
I couldn't get any bigger
With anyone else beside of me
And now it's clear as this promise
That we're making two reflections into one
'Cause it's like you're my mirror
My mirror staring back at me, staring back at me

You are, you are the love of my life [x10]

Now you're the inspiration for this precious song
And I just wanna see your face light up since you put me on
So now I say goodbye to the old me, it's already gone
And I can't wait wait wait wait wait to get you home
Just to let you know, you are

You are, you are the love of my life [x8]

Girl you're my reflection, all I see is you
My reflection, in everything I do
You're my reflection and all I see is you
My reflection, in everything I do

You are, you are the love of my life [x16]

October 30, 2013

Termampukah aku?

Bagaimanakah cara yang terbaik untuk kita menerangkan tentang kematian kepada anak kecil berusia tujuh tahun?  Bagaimana caranya kita terangkan hidup mati jodoh pertemuan adalah hak yang di atas?  Semuanya sudah tertulis. Itu yang kita fahami sebagai orang dewasa. Kanak-kanak, apa yang mereka fahami? Komplikatednya menjadi ibubapa ialah apabila terpaksa menerangkan sesuatu yang sukar dimengerti oleh anak-anak.

Baru-baru ini. Mya; puteri cilikku bertanya ke mana pergi kedua moyangnya? Apabila aku menerangkan kedua mereka sudah pergi buat selamanya dan semua yang hidup pasti mati, dia menyoal kenapa kita mesti mati dan adakah aku juga akan pergi sama seperti kedua datuk nenekku.  Adakah aku akan meninggalkannya sendiri, aku kaget.  Apabila aku nyatakan bahawa aku juga akan pergi kerana itu adalah lumrah kehidupan, si kecil terdiam tanpa suara hanya airmata membasahi pipinya.  Dia sebak.  Aku peluk si kecil, terharu.

Ya Tuhan! kadang-kadang hidup ini terlalu komplikated lebih-lebih lagi untuk anak sekecil Myasarah.

Aku memujuknya.  Kataku padanya, aku tidak akan sesekali meninggalkannya kerana aku ingin sekali melihatnya membesar di depan mataku.  Aku mahu mengajarnya tentang hidup.  Aku mahu melihatnya ke sekolah, ke universiti dan tentu sekali bersamanya meniti alam dewasa.  Aku mahu meraikan hidup yang singkat ini bersama dia.

Aku mahu menari bersamanya mengikut rentak dan melodi kehidupan.  Aku mahu sekali menjadi temannya; bercerita, ketawa dan menangis bersama.  Aku mau melukis kasih sayang, cinta dan kehidupan, semuanya di atas kanvas yang kami rentang seluas-luasnya bak langit membiru.  Akan kami warnakan pelangi, matahari dan bulan dengan warna-warna ceria tanpa secalitpun warna hitam.  Aku mahu dia tahu, seluruh jiwa ragaku hanya untuk dia.

Kugenggam erat jari-jarinya yang halus.  Aku bisikkan padanya; usah risau sayang!  Aku tidak mahu dia terlalu memikir yang tidak-tidak.   Jauh lagi perjalanan yang harus ditempuhnya, aku mahu dia mengharungi hari-harinya tanpa rasa curiga.

Namun begitu,  kalaulah aku boleh menghentikan waktu,  aku ingin selama-lamanya di sini.  Aku tidak sanggup melihatnya menempuh hidup yang sukar ini tanpa aku di sisi.  Sungguh aku terharu.  Tapi mampukah aku?


Kiranya

Kiranya
kemarau berhenti nanti,
bila hujan datang sekali lagi
pasti aku raikan dengan meriah sekali.

Kiranya
Pelangi terbit di kaki langit
Melontar warna-warni
Aku mahu wajah yang suram itu ketawa lagi
akan ku dakap sekuat hati
Tidak akan aku lepaskan walau sekali

Kiranya
aku masih di sini
dengan harapan yang tak pernah berhenti
aku mahu dia dan aku
melakar mimpi

October 29, 2013

Kaku

Terlalu pantas waktu berlari.  Rasanya baru semalam aku melihat rintik-rintik hujan tengkujuh jatuh di kepingan kaca jendela.  Namun hari ini aku merasa terlalu lelah lantaran kemarau mula menjenguk.

Mungkin cuaca, kehidupan dan hati ada persamaan.  Bila sampai waktunya angin menerjah, tengkujuh pergi kemarau menyinggah.  Bila sampai waktu hati mula goyah, lelah dalam  dakapan waktu yang mencengkam, hati berhenti berlari.  Sama seperti awan yang tidak lagi dapat bertahan, terhambur hujan menyembah bumi. Mungkin itulah juga hati dan kehidupan.  Namun tak semuanya sama.  Kerna hati dan perasaan adalah unik. Terlalu kompleks.  Hanya Dia yang tau.

Bila gerimis datang, aku terfikirkan makngah dan pakngah.  Tiada kena mengena antara dua, tapi suasana suram yang menyeliputi sewaktu gerimis, mengundang memori.  Arwah makngah pergi menghadap Illahi beberapa hari sebelum Ramadhan.   Aku terfikirkan pakngah yang kesunyian tanpa makngah.  Aku masih lagi terbayang pakngah yang mencium dahi makngah sewaktu sebelum kain kafan ditutup.  Terbayang pakngah yang tenang.  Airmata begitu berharga, mungkin risau takut makngah sedih nanti.  Mungkin masa itu roh makngah masih berlegar memerhati pakngah yang keseorangan nanti.  Cinta mereka agung.  Aku kagum. Sedikit demi sedikit album gambar yang kusimpan kemas itu terbuka.  Aku tersenyum lagi.  Memori itu masih kekal, seolah aku nampak cinta mereka.  Setia dan bersatu.  Aku bangga menjadi sebahagian mereka.

Tiba-tiba aku  terkenang emak dan ayah.  Aku rasa lumpuh.  Walau badai tak pernah sekali berhenti, emak tetap di situ, setia.  Cinta emak bak karang, tetap teguh walau dipukul badai.  Mungkinkah aku seperti emak?  Sekuat karang kah cintaku?  Walau kita bersama seribu tahun sekalipun, sekiranya tiada persamaan dalam satu ikatan, hubungan itu akan menjadi longgar.  Tanpa salah satu hati berusaha mengikatnya, tak mungkin sampai ke akhir hayat.  Apapun, walau aku tak mungkin menjadi seperti emak, namun aku bangga menjadi sebahagian dari emak.  Aku kagum dengan emak.

Aku mengembara lagi.  Masih jauh perjalanan.   Seolah lelah tak berkesudahan.   Perjalanan yang panjang dan berliku meruntun aku untuk berhenti.  Tapi aku masih lagi berjalan sehingga aku ketemu satu ruang yang kosong, tapi dipenuhi dengan hati-hati yang kekeringan.  Di hujung sana ada satu hati yang kutemui.  Masih berlari.  Hati yang satu ini bagai cermin.  Refleksi diriku.  Aku melihat dia, seolah dia membalas pandanganku.   Hati kami menyapa, seolah kami  ada ikatan yang bersambung.  Tapi tanganku tak sampai untuk menyentuhnya.  Bahkan aku tak sanggup.   Lantaran rantai yang masih terikat kukuh.

Aku sedih.  Dia sedih.  Kami sedih.

Halusnya perasaan tak mungkin difahami.  Bila ada yang menyapa,  bila kita menyambutnya,  bermakna ada sesuatu yang tumbuh di sana.  Tiada daya kita untuk menahannya.  Ia datang tanpa diundang. Tapi  yang mesti  ditempuh tidak dapat menandingi realiti kehidupan ini.  Kita kaku di dalam waktu.   Cinta itu tak mungkin dimiliki.  Takdir telah menentukan di mana letaknya hati-hati kita.  Aku kaku.

Emak, pakngah, makngah, dia, aku.  Dilingkungi satu nama.  Cinta.


October 7, 2013

Hidup Mesti Saling Menghargai

Sebab gula santan binasa, sebab mulut badan binasa.  Berhatilah-hatilah pabila mengungkap bicara kerana lidah kita ibarat pedang, menghiris tanpa belas.

Setiap kali kita membuat silap, kita akan katakan "maaf sayang, mama atau papa tidak sengaja," itu ungkapan mudah untuk anak yang berusia 6 tahun. Perasaan marah anak-anak kecil mudah dipujuk tetapi bagaimana pula ucapan maaf untuk orang dewasa?  Anak-anak sangat mudah fikirannya, lurus.  Mudah diurus.  Tapi, kita yang dewasa?

Hidup ini ibarat roda, sebentar kita di atas sebentar lagi kita berada di bawah.  Semasa kita punya semua, kita mudah lupa diri seolah-olah kita akan hidup seribu tahun lagi.  Kita terlalu mementingkan diri sendiri lupa pada asal usul.  Kita lancang berkata, kita memandang rendah pada orang lain.  Sedar dan tidak kadang-kadang perbuatan dan kata-kata kita boleh menjatuhkan maruah seseorang dan kata-kata kita itulah yang menjadi punca dan racun pada penderitaaan orang lain.  Kita mula lupa bahawa kita sebenarnya tiada bezanya dengan orang lain, kita semua ada perasaan, ada fikiran, ada ego.  Kita ada maruah. Sebagaimana kita mementingkan maruah kita begitulah sebaliknya. Kealpaan kita pada persekitaran itulah yang menjadi punca kepada kehancuran setiap perhubungan.

Pernahkah sekali kita memikirkan bahawa Hidup ini seolah ungkapan Popular untuk 15 minit kerana realitinya apabila kita ditakdirkan berjaya kita diagungkan dan seringkali kita lupa pada persekitaran kita, seolah dunia ini kita yang punya.  Kita lupa pada yang tak punya.  Tetapi sekali kita jatuh dan tersungkur kita tidak lagi dipedulli.  Kita dilupakan.  Itulah sebenarnya realiti hidup ini.

Mungkin setiap kita perlu memohon maaf atas keterlanjuran kita pada orang lain samada kata-kata atau perbuatan yang bisa menyinggung perasaan.  Cuba kita letakkan diri kita di tempatnya dan gambarkan perasaan yang terhiris dek perbuatan kita kepadanya.  Mainkan kata-kata kesat kita itu dalam kotak memori kita sendiri.  Ulang dan ulang lagi.  Mungkin dengan cara itu kita boleh sedar sakitnya diperlakukan sedemikian.  Malangnya berapa ramai dari kita yang sanggup bersemuka dan memohon maaf?  Ego kita terlalu tebal.  Malu kita lebih berharga dari air muka seseorang.  Kita lebih rela berdiam diri.  Alasan kita sangat mudah.  Kita tidak biasa, tidak pandai memujuk.  Kita memang dilahirkan begitu. Tetapi,  percaya atau tidak, sebenarnya perkataan maaf yang kecil itu boleh membekukan masa lampau dan  hati yang beku menjadi cair. 

Terlajak perbuatan boleh diperbetulkan tetapi terlajak kata-kata, tidak boleh ditarik balik.  Kata-kata manis yang keluar dari mulut sering dijadikan tangkal azimat sebagai pembakar semangat tetapi ucapan yang menghiris perasaan akan melekat dan menghantui diri sepanjang hayat.


Wallahuallam.









Ja
Love ; A Manipulation of Emotions

God creates men and women, love and hatred.  He gave us feelings and let us find our soul mates to live together happily ever after.

I was told by an acquaintance not long ago that Love is somewhat a kind of game which is a manipulation of emotions to control the mind.  It is a game where the one who displays affection first, gives up total control and goes around like a dog on a collar.  In a relationships when you were the one to call first, then he/she always was the one to hang up first,  and when you got together, you'd always run to him/her and you'd always give him/her gifts on anniversaries;   these are the consequences of dating without any self respect.  If we continue to acting so pathetic, we will always be treated like trash by men/women and we will grow old, all by ourselves.

I disagree, totally.  Full stop.

Pathetic is a harsh word, at least for me.   Because i don't think people with affections and purity should be labelled as that.   What's wrong with if we admitting that we are in love with them..what's wrong with calling and visiting them because we are worried?  What's wrong with wanting to do everything for them? Why should one considered in love if he/she couldn't take it whenever someone he/she 'in love' with showed some affections to them?  isn't it absurd?

For me love is universal and subjective but true Love is hard to find. If we want to call love as a game people play, a soft-hearted-nature of person would normally fail in this game.  Only mean ones survived.  A kind hearted person always accepting hurt and agrees to the rules which by means let the other wins for the name of love.  That is what love is..giving and forgiving.

People accepting facts differently from one another.  Same thing goes with accepting love.  Some people may cry over unnecessary; some may laugh over it.  Some take love to the highest level some may take it for granted.  Believe it or not; not many can stand the pressure of love.

Some people either men or women; in my personal opinion are bored with nice person.  They get bored very easily.  They liked us because we are nice and they left  because of the same stupid reason..we are nice!  Sometimes they would say...give me some space!  What space?   A pair with total affections towards another needless space for themselves..we can fill up the spaces with our love together. But that reasons are meant for nice persons like us...the total saint in love; if i may called it.  Somehow that don't fit.

Whatever the matter is, whatever the pressure is, once love striked, you will find the beauty that lies behind.